Wawako Buka Rakor TPID Zona 3

Wawako Buka Rakor TPID Zona 3

LUBUKLINGGAU, COL: WAKIL Wali Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, H Sulaiman Kohar,...

Pesta Malam Bakal Dilarang

Pesta Malam Bakal Dilarang

MUSIRAWAS, COL: BERPOTENSI menjadi sarana peredaran narkoba, penyelenggaraan pesta malam di...

Agus Hadi:

Agus Hadi: "Masyarakat Jangan Bosan Usulkan Pembangunan"

LUBUKLINGGAU, COL: SELAGI belum terealisasi, usul terus.

Srimulyo Bangun Jembatan dan Siring

Srimulyo Bangun Jembatan dan Siring

MUSIRAWAS, COL: PEMERINTAH Desa Srimulyo, Kecamatan Suku Tengah Lakitan atau STL Ulu Terawas,...

Bupati Merupakan Alat Mensejahterakan Masyarakat

Bupati Merupakan Alat Mensejahterakan Masyarakat

MUSIRAWAS, COL: MENJADI bupati dan wakil bupati, bukan akhir tujuan. Namun, menjadi bupati dan...

LUBUKLINGGAU, COL: WAKIL Wali Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, H Sulaiman Kohar, membuka secara resmi rapat koordinasiatau rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID, wilayah Zonasi 3.

Dalam acara di ruang Moneng Sepati Lantai V Gedung Perkantoran Wali Kota Lubuklinggau, Kamis (29/4), Wawako menyampaikan, Rakor TPIDmerupakan rangkaian kerja sama antar daerah dan antisipasi kenaikan harga, serta ketersediaan pasokan bahan pangan barang atau jasapenting lainnya, terkhusus wilayah zona 3, yaitu Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musirawas, Musirawas Utara, dan Kabupaten Musi Banyuasin,selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 H.

"Tugas TPID diawali dengan pengumpulan data dan informasi perkembangan harga barang kebutuhan pokok serta jasa pada tingkatkabupaten/kota, kemudian dilaksanakan penyusunan kebijakan pengendalian, memperkuat sistem logistik dan menyelesaikan permasalahanpengendalian inflasi," jelasnya.

Acara dihadiri Kepala Biro Perekonomian Sumsel TPID Zona 3 diwakili Kabag Produksi, Murry Alfiansyah, Kepala BI Perwakilan Sumsel,Hari Widodo, Kepala Perum Bulog Lubuklinggau, Joko Susilo, Kepala BPS Lubuklinggau, Eka Yulyani, Sekda, HA Rahman Sani. Perwakilandari Kabupaten Muratara, Musi Rawas dan Banyuasin serta seluruh OPD dalam ruang lingkup Pemkot Lubuklinggau.

Hari Widodo menerangkan, pemerintah, otoritas dan pihak swasta mengeluarkan sejumlah respon kebijakan dalam menghadapi pandemi hal ini dikarenakan permintaan domestik (konsumsi dan investasi) secara umum mengalami penurunan dan kegiatan produksi di berbagai lapanganusaha mengalami penyesuaian. Sehingga terjadinya perlambatan ekonomi dan berkurangnya tekanan inflasi.

Sementara resiko bertambahnya inflasi seperti keterlambatan impor keluar negeri, hambatan distribusi domestik, penimbunan atau belanja berlebihan oleh konsumsen dan naiknya permintaan komoditas tertentu.

"Pengendalian inflasi sangat penting dimasa pandemi dimana terjadi penurunan pendapatan masyarakat akibat kontraksi perekonomian. Untuk itu, stabilitas inflasi sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat. Secara historis inflasi Kota Lubuklinggau meningkatpada periode Ramadhan dan Idul Fitri sering kali. Maka diperlukan antisipasi inflasi oleh TPID pada periode ini," jelas Hari Widodo. (Adv)

Statistik Kunjungan

0.png2.png6.png7.png8.png9.png1.png
Kunjungan Hari Ini219
Kunjungan Kemaren657
Kunjungan Minggu Ini3642
Kunjungan Bulan Ini10603
Total Kunjungan267891

Pengunjung Yang Online Saat Ini

1
Online
15 May 2021